PEMERIKSAAN HPV DNA & IVA TEST
Kamis, 19 Desember 2024
Kanker leher Rahim ( Kanker Serviks ) merupakan kanker tebanyak yang ditemukan oleh Yayasan Kanker Indonesia setelah kanker payudara. Menurut WHO 490.000 perempuan di dunia setiap bulannyanya didiagnosa terkena kanker serviks dan 80 % berada di Negara berkembang termasuk Indonesia. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan, sekitar sepertiga dari kasus-kasus kanker termasuk kanker serviks datang ketempat pelayanan kesehatan pada stadium yang sudah lanjut dimana kanker tersebut sudah menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh sehingga biaya pengobatan semakin mahal dan angka kematian semakin tinggi. Disisi lain kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker termasuk faktor-faktor risiko dan upaya pencegahannya masih kurang. Padahal 90-95 % faktor risiko terkena kanker berhubungan dengan perilaku dan lingkungan. Karena itu perlu ada suatu gerakan bersama, menyeluruh dan berkesinambungan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker terutama kanker serviks.
Kanker serviks di Indonesia menjadi masalah besar dalam pelayanan kesehatan karena kebanyakan pasien datang pada stadium lanjut. Hal ini diperkirakan akibat program skrining yang masing kurang. Perempuan yang berisiko terkena kanker serviks adalah usia diatas 30 tahun, dengan puncak usia tersering adalah 45-54 tahun dengan riwayat multipara. Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan papsmear secara rutin bagi kelompok berisiko. Diharapkan dengan adanya program deteksi dini kanker serviks melalui metode pemeriksaan IVA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Jayanti ini dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan organ reproduksi serta mencegah terjadinya progresifitas penyakit jika ditemukan gejala awal dari kanker serviks .
Tujuan pemeriksaan IVA adalah untuk mengurangi morbiditas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan untuk mengetahui kelainan pada leher rahim.
Jadwal Pemeriksaan IVA adalah :
- Skrining pada setiap wanita minimal 1x pada usia 35-40 tahun
- Kalau fasilitas memungkinkan lakukan setiap 5 tahun pada usia 35-55 tahun
- Ideal dan optimal pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25 – 60 tahun
- Di Indonesia anjuran untuk melakukan pemeriksaan IVA bila : hasil positif (+) adalah 1 tahun sekali dan, bila hasil negative (-) adalah 5 tahun sekali.
Syarat Mengikuti Test IVA :
- Sudah pernah melakukan hubungan seksual
- Tidak sedang datang bulan / haid
- Tidak sedang hamil
- Tidak boleh melakukan hubungan seksual 24 jam sebelum pemeriksaan
Lindungi Perempuan Indonesia dari Kankes Serviks..
(Puskesmas Jayanti/vn)
Nomor : B/003-PKM.JYT/XII/2024
Berita Lainnya
-
30 May 2026
Dekatkan Akses Pelayanan, Puskesmas Jayanti Optimalkan Kegiatan Puskesmas Keliling hingga ke Pelosok Desa
JAYANTI – UPTD Puskesmas Jayanti terus bergerak aktif dalam mempermudah akses layanan medis bagi masyarakat ...
-
30 May 2026
Puskesmas Jayanti Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi 47 Karyawan SPPG Tangerang Jayanti Pasir Muncang 3
JAYANTI – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan para pekerja, UPTD Puskesmas Jayanti melaksanakan kegiatan ...
-
30 May 2026
Puskesmas Jayanti Berdayakan Kader di lima Desa untuk Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Melalui Posyandu ILP
JAYANTI – Guna memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di tingkat masyarakat, ...
-
16 May 2026
Tingkatkan Kualitas Layanan, Puskesmas Jayanti Hadirkan Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam
JAYANTI – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Jayanti ...
-
16 May 2026
Pastikan Keamanan Pangan, Puskesmas Jayanti Lakukan IKL di SPPG Tangerang Jayanti Pasir Muncang 3
JAYANTI – Dalam rangka menjamin keamanan dan kebersihan pangan yang dikonsumsi masyarakat, Puskesmas Jayanti melaksanakan ...