Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
16 May 2026 23 pembaca ADMIN Puskesmas Jayanti

Antispasi Lonjakan Kasus DBD, Puskesmas Jayanti Gencarkan Koordinasi dan Tinjau Langsung Rumah Warga

JAYANTI – Merespons adanya laporan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Jayanti, tim penanggulangan penyakit bergerak dengan cepat. Penanggung Jawab Program Demam Berdarah Dengue (DBD) Puskesmas Jayanti, H. Syaeful Bahri, langsung melakukan koordinasi yang melekat dengan aparat desa setempat guna menekan laju penyebaran nyamuk Aedes aegypti .

Langkah cepat ini diambil untuk memastikan penanganan di tingkat hulu dan hilir berjalan beriringan, mengingat perubahan cuaca yang fluktuatif sangat berpotensi memicu perkembangan jentik nyamuk.

Sinergi Bersama Aparat Desa

Koordinasi yang dilakukan bersama kepala desa dan perangkat desa ini bertujuan untuk menggerakkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Puskesmas Jayanti menekankan bahwa penanganan DBD tidak bisa bertumpu pada tindakan medis semata, melainkan membutuhkan komitmen lingkungan.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati aksi bersama untuk mengaktifkan kembali kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di setiap rukun tetangga (RT) guna menyatukan wadah udara yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.


Tinjau Rumah Penderita dan Edukasi Lingkungan

Setelah berkoordinasi di kantor desa, H. Syaeful Bahri bersama aparat desa setempat langsung turun ke lapangan untuk meninjau langsung kediaman salah satu warga yang terdiagnosis positif DBD.

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal pasien secara objektif, sekaligus melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) guna mendeteksi apakah ada warga sekitar yang mengalami gejala serupa.

Bersama aparat desa, kami mengedukasi keluarga dan tetangga terdekat mengenai pentingnya penerapan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas, plus menghindari gigitan nyamuk)," ujar H. Syaeful Bahri di sela-sela peninjauan.

Dari hasil observasi tersebut, pihak Puskesmas memberikan penyuluhan langsung mengenai titik-titik rawan akumulasi yang sering terabaikan oleh warga, seperti tatakan pot bunga, dispenser, dan talang air hujan.

Ajakan Menggalakkan PSN Mandiri

Di akhir kegiatan, pihak Puskesmas Jayanti bersama aparat desa mengimbau seluruh lapisan masyarakat Jayanti untuk tidak panik, namun tetap waspada. Langkah pencegahan paling efektif dan utama tetaplah gerakan PSN mandiri dan konsisten di rumah masing-masing, bukan hanya mengandalkan pengasapan ( fogging ).

Melalui sinergi yang kuat antara tenaga kesehatan, pamong desa, dan kesadaran mandiri masyarakat, wilayah kerja Puskesmas Jayanti yang diharapkan dapat segera terbebas dari ancaman kasus DBD.

(Puskesmas Jayanti/Ag)

Nomor B/16-PKM.JYT/V/2026






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.